The Story of …

My StoryFebruary 28, 2008 10:33 am

Postinganku kali ini akan ada banyak pertanyaan karena memang pertanyaan belum bisa saya jawab sendiri. Mungkin teman-teman ada yang bisa membantuku menjawabnya untuk kepentingan kita bersama. Beberapa hari ini setiap berangkat atau pulang dari kantor pasti saya selalu memakai jas hujan warna kuning. Hujan selalu menemani setiap perjalanan yang saya lakukan. Saya gak kebayang kira-kira 10 tahun lagi iklim di Indonesia kya apa ya. Kalo dulu kita dengar istilah siklus 4 tahun/5 tahun sekali, tapi sekarang blom sampe 4 tahun juga udah pada kebanjiran. Iya kan ? Apa kita sudah dengan sangat sadis merusak alam ini sampe kita sudah gak bisa mengendalikannya lagi. Bener-bener gak bisa kebayang nantinya kya apa klo manusia masih seperti ini terus. Di berita, saya sering mendengar atau menonton klo hutan-hutan masih ada yang kebakar, padahal kan lagi musim hujan. Kenapa ya ? Bener-bener bingung.. Setiap jalanan yg kita lalu sekarang sebagian besar sudah diaspal, di desa tempat orang tua kita lahir juga sudah menjadi hal yang lumrah untuk mengaspal jalan. Apa gak ada cara lain selain mengaspal jalan untuk membuat kita nyaman menggunakan jalananan ? Tapi herannya sebulan yang lalu ketika Jakarta “kena banjir” lagi, aku melewati sebuah under-pass di daerah arteri dan deplu, ada sebuah pertanyaan yang mengganjal di hatiku, kok bisa ya di under-pass itu gak banjir padahal daerah sekitarnya banjir, padahal under-pass itu juga diaspal, kenapa ya ? Lalu, kemana janji Gubernur Jakarta yang baru ? Ibaratnya kita tinggal menunggu waktu untuk Jakarta menjadi benar-benar tenggelam setiap hujan tiba. Ngeri banget ya ngebayanginnya ?? Apalagi sekarang listrik sudah mulai “diperketat lagi” oleh Pemerintah. Ck ck ck.. bener2x parah..
*PRIHATIN*

.: English Version :.
Jakarta’s Climate

This time, my posting will have a lot of questions because i can’t answer it by myself. Maybe you can help me to answer. This week, i always accompanied with rain and i have to use my yellow rain-coat. I can’t imagine Indonesian climate 10 years from now. In the past, we heard about 4/5 years flood cycle, but now we don’t have to wait for it. Isn’t it ? Are we already become a bad human that destruct our environment. Frow newspaper or other media, i frequently heard that forest in Indonesia were burned (happened in rain season). How it happens ? Confusing… Every road that we use today, always covered with asphalt. Is there any other way to make a good road without ignoring our environment ? A couple of weeks ago when Jakarta is ‘flooded again’, i use Arteri Under-pass. How can the under-pass were not flooded ? Where is our Governor’s promise ? Jakarta just have to count down to be sinked. Hope that won’t happen.
*SAD*

My StoryFebruary 27, 2008 11:04 am

Cerita ini saya dapatkan dari milis di kantor. Bener2x menyentuh. Tapi untuk postingan saya kali ini tidak ada versi Inggris-nya ya. Maklum, panjang banget ceritanya.

Silakan Membaca… :)

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja
bahkan sudah mendekati malam,pak Eddy 58 tahun kesehariannya diisi
dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. mereka
menikah sudah lebih 32 tahun.

Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah
istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa
digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh
tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah
tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak Eddy memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan
mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia
letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya
tersenyum, untunglah tempat usaha pak Eddy tidak begitu jauh dari
rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan
siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan
selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil
menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.

Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi,
pak Eddy sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya
setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan pak Eddy lebih kurang 25 tahun, dengan sabar
dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati
mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih
kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua
mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah
sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan pak Eddy memutuskan ibu
mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya
berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata ” Pak kami ingin
sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu
tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak………bahkan
bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu”.

Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya “sudah yg
keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun
akan mengijinkannya.

kapan bapak menikmati masa tua bapak*
dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami
janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.

Pak Eddy menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka…”
“Anak2ku ……… Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk
nafsu mungkin bapak akan menikah……tapi ketahuilah dengan adanya
ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah
melahirkan kalian..
Sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yg selalu kurindukan hadir
didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai
dengan apapun.

Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini.
Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa
bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang,
kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh
orang lain,
bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.”
Sejenak meledaklah tangis anak2 pak Eddy merekapun melihat butiran2
kecil jatuh dipelupuk mata ibu suyatno..dengan pilu ditatapnya mata
suami yg sangat dicintainya itu..*

Sampailah akhirnya pak Eddy diundang oleh salah satu stasiun TV swasta
untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada
Eddy kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah
tidak bisa apa2..

Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio
kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah pak
Eddy bercerita.

“Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya,
tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian )
adalah kesia-siaan.
Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia
sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan
bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..

Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu
merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk
mencintainya apa adanya… sehatpun belum tentu saya mencari
penggantinya apalagi dia sakit,,,”

My StoryJanuary 8, 2006 6:44 am

Hari ini, Januari 8, 2005, aku meniatkan diriku untuk pergi ke lab karena ingin belajar Keamanan komputer, mata kuliah yang akan diujikan esok hari jam 11.00. Sampai di lab kira2x jam 10.30, sesampainya disana aku langsung menyalakan komputerku. Sambil menunggu komputerku booting aku membuka loker dan tanpa sengaja timbul niat dalam hatiku untuk membereskan lokerku yang memang sudah lama tidak dibereskan. Sambil membereskan lokerku aku melihat hasil download-an virus definition yang kemarin malam aku download. Setelah itu aku browsing ke official website-nya mozilla firefox, berniat untuk download themes dan extensions-nya. Sambil nunggu download-an selesai aku kembali membereskan lokerku, disana aku menemukan diktat tambahan keamanan komputer, lumayan …. Beberapa saat kemudian temankugiman datang dan kami mulai belajar keamanan komputer, ia tampak bingung karena diktat yang ia punya blum lengkap. Aku menyarankan untuk mencari di lokernya, karena setahuku ia tak pernah membawa diktat pulang ke rumahnya. Dan ternyata benar, ia menemukan diktatnya. Kami mulai belajar, tapi kemudian bukannya belajar giman malah asyik mengedit blognya sendiri yang memang sejak kemarin ingin diedit karena terjadi sedikit misconfigured di blognya. Ya, itulah yang bisa kuceritakan hari ini … Semoga esok ujian kami lancar dan mendapat nilai A. Amien …
Terima kasih …

My StoryJanuary 7, 2006 2:35 am

Itulah salah satu hal yang membuat hatiku senang di pagi hari ini, karena isu tentang kepindahan Henry dari Arsenal telah membuat hatiku tak menentu sejak beberapa bulan yang lalu. Tetapi setelah hari ini, aku melihat detik.com dan melihat berita yang sangat membahagiakan. Selain itu, teman se-timnya di arsenal, yaitu Robin van Persie juga menegaskan dirinya sudah memperpanjang kontraknya dengan arsenal hingga tahun 2011. Mungkin itu saja yang bisa aku ceritakan di pagi hari ini, untuk berita selengkapnya dapat dibaca di detik.com

Terima kasih …

My StoryJanuary 6, 2006 7:56 am

Ya, itulah kesan kedua yang kudapatkan setelah diriku membuat blog pertamaku. Karena untuk mengupdate blog dibutuhkan bandwidth internet yang lumayan cepat. Dan hal itu juga yang dirasakan oleh teman-temanku, seperti: away, giman, iwank. Mereka menyarankan bila ingin meng-update blog sebaiknya dilakukan waktu pagi, malam, atau hari libur karena pada saat2x tersebut koneksi internet lumayan cepat. Itulah sebabnya hari ini waktu hari libur(karena “hari tenang”), aku menyempatkan diriku untuk meng-update blogku. Mungkin ini juga suara hati teman2x-ku yang lain. Semoga setelah aku menulis postinganku kali ini, koneksi internet akan semakin cepat. Ya Allah, mohon kabulkan do’aku ini … Amien …